7 Kritik ini untuk Memperbaiki Diri, Kamu Jangan Marah atau Berkecil Hati

7 Kritik ini untuk Memperbaiki Diri, Kamu Jangan Marah atau Berkecil Hati

Kegagalan ialah buah dari perjuangan. Walau melulu sedikit, kegagalan melemparmu ke pojokan kamar, untuk tangis yang sendu atau kepada keletihan yang sia-sia. Perjuangan yang sudah anda bangun, menguras waktu yang nggak sedikit, kadang mesti mencukur kesibukkan atau keharusan lainnya. Tapi hasilnya sungguh membuat kecewa dan mengiris hati .

Saat semuanya jadi semakin menyedihkan, nggak terdapat lagi lokasi untuk bertumpu kecuali Tuhan. Kesedihan yang terus menerus menggerus batinmu tersebut melemparmu untuk ritus mager dan malas-malasan. Kalau telah begini, selain telah jatuh dan sakit, anda juga akan rugi. Menurut tempatbet55 Jika kalimat kutipan sangat halus pun mustahil membangkitkanmu, telah saatnya meresapi kritikan yang datang kepadamu, untuk jiwa-jiwa yang terlanjur hancur.

7 Kritik ini untuk Berbenah Diri, Ka7 Kritik ini untuk Memperbaiki Diri, Kamu Jangan Marah atau Berkecil Hatimu Jangan Marah atau Berkecil Hati
7 Kritik ini untuk Memperbaiki Diri, Kamu Jangan Marah atau Berkecil Hati

1. Kamu kelihatan nggak serius bila mengerjakan apapun, ya wajarlah bila gagal

Aliha-laih marah, jajaki tanya lagi ke dirimu, telah seberapa serius anda menjalani kegiatan ini? Pekerjaan yang anda harapkan dapat menghasilkan urusan yang menyenangkan tersebut harus diusahaakan dengan baik. Kalau anda nggak pernah serius untuk menyenangi pekerjaan ini, mana mungkin anda akan hingga di lokasi tujuanmu.

2. Salah satu sifat burukmu tersebut suka malas-malasan, mana barangkali kamu dapat wujudkan harapan

Harapan yang anda panjatkan masing-masing pagi, siang, sore, dan malam hari tersebut tak terdapat lagi baiknya bila kamu diam dan nggak berusaha. Dirimu yang justeru suka mager, pemalas yang nggak tahu nilai dari suatu pekerjaan, tidak boleh harap kesuksesan menghampirimu. Jangan menunggu tuah datang kepadamu, terdapat baiknya anda jemput tersebut dengan semangat.

3. Sudahlah tangisanmu sama sekali nggak punya pengaruh biar dia balik, move on!

Dalam hubungan juga kegagalan bakal datang, kadang justeru lebih menyakitkan ketimbang masalah-masalah lain. Akan tidak jarang kali dikenang, kesedihan tersebut sampai kapan pun, suatu peristiwa, dia meninggalakanmu. Tapi menangisi semua urusan tersebut juga bukan jalan terbaik, dan menangis terus menerus malah buat sakit. Apakah dengan menangis seluruh akan kembali laksana semula dan seharusnya? Tidak pun kan.

4. Jangan menyalahkan dosen pembimbing, anda memang keseringan main dan tak sempat tanggung jawab untuk menggarap skripsi

Skripsi ialah kewajiban untuk mereka yang serius menyelesaikan proses pembelajaran. Skripsi ialah jalan terjal untuk mereka yang tak pernah berusaha, untuk mereka yang belum siap untuk terbit dan bekerja. Kamu yang tidak sedikit menghabiskan masa-masa dengan main-main nggak jelas dan nggak produktif, apa iya bakal menyalahkan orang lain?

5. Kamu mengeluh nggak punya teman? Introspeksi, berapa kali anda menolak anjuran teman-temanmu guna sekadar kumpul?

Ada tidak sedikit kesempatan, ada tidak sedikit peluang untukmu mengumpulkan tidak sedikit teman. Tapi, kadang anda malah mengeluh nggak punya teman, nggak punya lokasi curhat. Intospeksi dulu, tidak boleh sampai seluruh masalah yang anda hadapi sekarang anda anggap ialah kesedihanmu sendiri. Sebenarnya anda punya tidak sedikit teman, tapi anda nggak punya tidak sedikit waktu guna mereka.

6. merasa sulit sebab kurang pemasukan, sadar diri dan jangan melulu bergantung pada pemberian orangtuamu

Pekerjaan ialah kewajiban manusia, dimana mereka menjadi seorang yang paling berharga, kuncinya ialah dengan bekerja. Kamu merasa anda tak pernah punya lumayan uang saku, simpanan atau bahkan pemasukan keuangan. Sadar diri, seluruh pemasukkan baik pelajaran maupun imateri bakal datang untuk mereka, manusia-manusia yang berjuang dan bekerja.

7. Kamu bila nggak inginkan dibilang bebal baiknya belajar lebih giat, tidak boleh cuma bersantai-santai tak jelas

Susah memang hidup di lingkungan yang memandang nilai akademis jadi dasar guna membedakan, bebal atau pintarnya seseorang. Ini memang menyakitkan, namun sebagai sosok yang hidup di tengah mereka, anda nggak tidak boleh mau kalah. Kalau anda nggak inginkan dibilang bodoh, kejarlah patokan yang menjadi dasar orang beda untuk menuliskan bahwa anda pintar. Memang berat, nggak dapat disangkal, orang beda tampak melulu melihat di satu sisi, namun apa salahnya pun kita balas tersebut dengan prestasi!

Tak terdapat salahnya kritik yang datang kepadamu anda anggap sebagai cambuk untuk menolong membangkitkanmu. Kegagalan bakal percuma andai dihadapi dengan tangis. Bukankah hidup sarat dengan tragedi yang menyakitkan sekaligus lucu dan menggemaskan. Kalau kamu dapat menertawakan kepedihanmu ini dan bangkit menghajarnya, percayalah kesuksesan bakal menyambutmu. Kesedihan dan segala masalah yang terjadi kepadamu anggap saja sebagai guyonan lucu sangat menyentuh hati. Sikapi dengan baik, tidak boleh malah jadi malas dan menangis terus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *